How to Deal With Change
"Yaudah lah mau gimana lagi?"
Satu kalimat yang ternyata tanpa disadari cukup sering aku ucapin akhir-akhir ini. Seakan-akan jadi kosa kata baru untuk suatu kejadian yang udah sering aku alami. Kalau bicara tentang struggling phase, aku percaya bahwa semua orang pernah, sedang, atau bahkan akan ngelewatin itu. Jadi, mau gak mau kita harus siap sama semua kemungkinan yang akan terjadi di hidup kita nantinya.
Tapi setelah itu apa? Apakah selesai sampai kalimat, 'yaudah' aja?
Aku selalu percaya bahwa kehidupan adalah proses yang akan menghasilkan progres. Manusia itu dinamis, and change is a part of them.
Perubahan besar, perubahan kecil, perubahan yang dramatis, ada banyak sekali perubahan yang bakal kita lalui yang tentunya itu jadi bagian gak terpisahkan karena perubahan bisa jadi salah satu pintu yang mungkin mendatangkan kesempatan sekaligus sebagai alat untuk improving something.
Ada banyak sekali narasi yang bilang bahwa manusia itu takut sama perubahan. Sebenarnya, kita itu gak takut sama perubahan, melainkan takut sama perubahan yang datang secara tiba-tiba. Gak bisa diprediksi, gak punya persiapan apa-apa and we still have to face it.
People don’t fear change, they fear loss.
Terus gimana caranya buat menghadapi perubahan?
First, is to Being Flexible. Manusia itu dinamis, terbuka sama apa yang bakalan terjadi tentunya bakal lebih memudahkan kamu dalam menerima sesuatu. Setelah itu, harapannya semoga kamu bisa terus percaya kalau perubahan akan merubah diri kamu menjadi lebih baik lagi nantinya.
Don't Overthinking. Gak ada yang bakal kamu dapat dari terlalu banyak berpikir selain rasa cemas. Biasanya overthinking bakal ngalihin fokus yang seharusnya kamu berikan ke hal yang bisa kamu kontrol daripada hal yang gak bisa kamu kontrol. So, think clear and make a move.
Find Support. Gak harus orang, kamu bisa dapetin dukungan dari hal-hal yang kamu suka. Musik, buku, makanan, atau hal lainnya bisa banget jadi alternatif ketika kamu butuh support. Kalau ada seseorang yang mengerti kamu, you're very lucky. Perubahan emang gak mudah dijalani, tapi kalau jalannya bareng sama apa yang kamu suka, mungkin akan sedikit lebih menyenangkan daripada nggak sama sekali.
Tiga hal itu adalah hal paling fundamental yang bisa kamu terapkan ketika menghadapi perubahan, ketika ketiga hal tersebut udah berhasil membuat kamu 'ingin kembali' lagi, selanjutnya kamu bisa membuat rutinitas baru sesuai dengan situasi kamu saat ini.
Kalau kata Socrates, "the secret of change is to focus all of your energy, not on fighting the old, but on building the new."
Perubahan memang kadang terjadi secara mendadak dan nggak bisa kamu kendalikan. Tapi, kadang perubahan juga terjadi atas pilihan kamu sendiri. Kalau kamu sedang ada di situasi ini, baiknya adalah kamu mempertimbangkan keputusan dengan matang dan bijaksana.
Ada 4 hal yang akan ngebantu kamu dalam membuat keputusan:
- Jangan mengambil keputusan ketika kamu sedang dalam keadaan marah.
- Pertimbangkan pendapat orang lain.
- Cari akar dari permasalahan kamu.
- Pertimbangkan perubahan apa yang akan kamu rasakan ketika memilih pilihan tersebut.
Mindset sebagai ruang yang gak terbatas bisa kamu gunakan untuk terus belajar dan berkembang. Mental selalu ingin belajar bakal mempersiapkan kamu atas perubahan dalam bentuk apapun. Percaya bahwa selalu ada pelajaran dalam setiap fase kehidupan termasuk perubahan kamu saat ini.
Embrace every little changes in your life, make some sweet memories and keep growing.Nasya Salsabila









Komentar
Posting Komentar