Esok dan Lail dalam novel Hujan karya Tere Liye


(Sumber: Pinterest)

Jatuh hati

Novel Hujan karya Tere Liye ini menceritakan tentang seorang gadis berusia 13 tahun bernama Lail dan laki-laki berusia 15 tahun bernama Esok. Esok dan Lail dipertemukan pada saat gunung meletus tahun 2042. Lewat mereka berdua penulis mengajak pembacanya untuk berimajinasi, alur yang dibuat sangat hidup, juga para tokoh yang punya cirikhas-nya tersendiri. 

I love it. Despite some scientific stuff in the story that i find quite hard to me to understand it. Overall i love this book. Dari tokoh-tokoh yang ada dalam buku, aku paling suka sama karakter Maryam. She's just a living mood maker for Lail. Dibuat kagum sama mereka, karena setelah kehilangan yang mereka alami, mereka nggak menjadikan kesedihan jadi excuse untuk stop berbuat baik.  

Tere Liye is literally a living a plot controller. He is. Alur yang sangat amat nyaman untuk dibaca, nggak ada satu paragraf pun yang aku lewatin karena memang aku sangat amat enjoy ketika membaca buku ini. 

Earth after a massive natural disaster. Humans trying to survive and there it is..kisah antara Esok dan Lail dimulai. Scene paling bikin salting adalah waktu Esok ngasih apron ke Lail. Esok ini tipe cowok yang act of service ya kalau orang sekarang bilang, dan ya..BAGUS HAHAHA. Agak kesel sama Lail karena terlalu banyak mikir, cuma kita kan gak ngerasain jadi no judgement. 

Esok dan Lail sebenernya scene-nya nggak terlalu banyak, cuma i really cherished every moment when they were together. Seneng aja pas baca, padahal nggak ada kata romantis yang keluar, nggak ada ngasih bunga cuma tetep aja bikin salting. 

Karena udah terlalu banyak fangirling Esok, mari kita bahas sisi lain yang lebih penting dari buku ini. Hujan teaches me something about letting go, sincerity, and being grateful. Lail juga sangat cukup mendeskripsikan ketiga hal tersebut, untuk umur 13 tahun Lail cukup dewasa, cara dia menghadapi kehilangannya, menerima keadaan dunia yang berbanding 180 derajat, Lail juga bukan tipe orang yang uring uringan dan itu alasan baik kenapa buku hujan layak dibaca banyak orang.

Salah satu kalimat yang paling aku sukai dari buku ini adalah:

"Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan." 

Konteks lupa nggak akan lagi tentang luka kalau kita sudah bisa menerima. Tere and his words. Kayaknya bahas buku ini pas banget kalau sambil dengerin lagu Raisa yang judulnya jatuh hati. 

Ku terpikat pada tuturmu

Aku tersihir jiwamu

Terkagum pada pandangmu

Caramu melihat dunia

Pokoknya untuk para pencinta sci-fi atau romance atau bahkan both of them, buku ini sangat worth it untuk dibaca. 


Salam!



Komentar

Postingan Populer