MERAYAKAN KEGAGALAN BERSAMA JAVI DAN TARA

Luka. 

Kata yang identik sama kesedihan. Rasanya pasti sakit, karena sangkut pautnya gak jauh dari jatuh, tersungkur kalau ngga ya terjembab. 

Cita. 

Cita-cita adalah hal baik yang selalu aku percayai memiliki makna yang positif. Adalah harapan yang yang gak semua beruntung sampai pada tujuannya, karena dalam perjalanannya, banyak orang paham kalau ternyata proses dari suatu perjalanan lebih punya makna dari sekedar tujuan awal yang dia harapkan terwujud. 

Tapi anehnya, Kak Val sebagai penulis menggabungkan kesedihan dari kata Luka dengan kata yang berbading terbalik maknanya. Luka Cita jadi unik setelah dibaca sampai selesai karena nyatanya, bener loh, cita-cita terkadang bisa melukai kita. 

Luka ketika menggapai cita-cita. 

Luka ketika akhirnya sadar ternyata Cita-Cita yang jadi harapan itu nggak mudah. Ada proses panjang yang nggak sedikit, malah berakhir menyakiti diri kita sendiri.

Bersama Javier dan Utara, yuk kita bahas tentang apa sih buku Lukacita karya Valerie Patkar ini.

Pertama kali aku baca tulisan-tulisan kak Val itu dari platform Wattpad, karena memang Wattpad merupakan wadah kak Val menulis semua novelnya. Sampai akhirnya aku pun dapat kabar baik di akhir tahun 2021, Javi dan Tara akan hadir dalam bentuk cetak, yang pastinya saat itu juga aku langsung beli.

Perkenalan dari sisi Javier: 

Setiap orang pasti pernah punya luka, dan dari setiap orang itu juga pasti punya perbedaan dalam  menyikapinya. Javier adalah seorang pendiri perusahaan start up, lahir dari keluarga yang berada, karakter Javier sangat menekankan karakter idealis. Keras dan punya mimpi besar menjadi bekal dari seorang Javi sampai akhirnya setelah banyak berkorban, Javi berhasil memiliki perusahaannya sendiri bersama tiga orang sahabatnya, Lando, Bang Jul dan Aslan. 

Urakan. Satu yang bisa aku simpulkan dari bagaimana karakter setiap orang di perusahaan Javi. Tapi jangan salah, dari karakter yang aku bilang urakan tadi, ada segudang pelajaran yang sangat bagus buat aku ambil. 

Lalu dilain sisi, ada seorang Atlet catur bernama Utara Pramayoga:

Utara. I don't know how to express this, but i really love her character TOO much. Utara itu, kayak..tulus banget orangnya. Oke oke, am i too exited? 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Tara, adalah seorang atlet catur yang baru saja memenangkan lomba catur di Rusia dan memilih untuk pensiun dini ketika banyak orang menganggap bahwa perjalanan Tara baru aja dimulai. Isi kepala Tara sulit banget aku tebak, sampai akhirnya aku nyerah dan ngikutin jalan cerita tanpa berusaha nebak apa yang dia pikirkan.

Dan karena Tara cuma Tara aja. 

Karakternya sangat amat aku suka, dan yang paling aku suka adalah bagaimana kak Val menuliskan secara rinci tentang character development-nya Tara yang seakan akan kita diajak masuk buat ikut dari awal karir sebagai atlet caturnya di mulai, ikut lomba pertama kali, menang pertama kali, kalah pertama kali, kalah berkali-kali, kayak? relate aja gitu sama realitas kehidupan aku dan orang-orang yang ada disekitar aku. Bahwa ngga semua orang tuh gampang buat dapetin apa yang mereka dapet hari ini, semua itu perlu proses yang panjang dan dalam konteks Tara ini, prosesnya bener-bener menguras air mata. 

Cerita ini dimulai semenjak, Utara yang memutuskan untuk pensiun dini setelah menjuarai pertandingan catur dan berhasil memecahkan rekor sampe bikin pelatih, orang tuanya, temen-temen-nya kecewa karena Tara ngga menjelaskan alasan yang pasti kenapa dia milih pensiun. Lalu perusahaan Javier yang lagi mencari seorang content writer buat perusahaanya. 

Singkat cerita, Utara masuk dan disana character development Tara berangsur angsur meningkat. Javier dan Tara sama-sama saling mengenal yang ditulis kak Val dengan sangat halus sampai buat aku seakan jadi thridweel-nya mereka.

Menurutku, buku ini adalah jenis buku self-improvement dalam balutan novel romansa anak jaman sekarang banget. Kutipan, puisi, serta dialognya bagus-bagus dan ngena banget. Ada satu kalimat dari karakter yang namanya Pak Har yang ngena banget di aku.

“’Kalau saat ingin ke tujuanmu, kamu salah jalan... ya ndak apa-apa toh pulang dulu. Terus berpikir deh, bikin rencana untuk pilih jalan yang benar supaya ndak nyasar lagi.’ ... ‘Daripada terus jalan dan muter-muter. Makin nyasar, nanti jalan pulang aja ndak tahu gimana. Ya repot, kalau selamanya nyasar, piye?’” (hal. 389)

Karena aku udah pernah baca Claires, Nonversation dan Game Over juga jadi udah sedikit banyak mengenal gaya tulisan kakVal, ditulis dengan memasukan banyak unsur kehidupan dan perspektif yang selalu berbeda setiap karakternya bikin aku gak pernah bosen sama setiap karya yang kak Val keluarin. 

It's hurt like hell setiap aku baca adegan antara Javi dan Tara. Ada luka yang nggak pernah mereka ceritain ke satu sama lain tapi mereka bisa ngerasainnya dan menurut aku itu adalah part paling menyedihkan dari kehidupan. We need people to hear how worries we are about this life, yet we know that people have their own struggles too. Mau bilang pun gak tega, bukan karena gak percaya tapi karena sadar kalau everybody have worries.

Cari pertolongan mungkin terdengar mudah, tapi untuk mereka yang udah nggak tau lagi harus ngapain selain nyerah adalah hal paling sulit untuk dilakuin. Dan dari buku ini, aku belajar tentang ikhlas dan rela. Bahwa merelakan itu adalah bagian dari hidup. Bahwa ikhlas adalah pelajaran yang nggak akan pernah habis kita bahas dalam hidup ini karena pada kenyataanya, rela dan ikhlas selalu jadi titik akhir pencarian seseorang. 

Javi ngajarin aku untuk berdiri diatas kaki sendiri. Nggak menganggap orang lain rendah, tapi nggak juga menganggap diri kita rendah dari orang lain. Tentang berharganya idea about who you are, what you want, dan alasan buat apa itu semua kita pilih.

Terus Tara, oh my god i freakin' love her character!!!! Jadi atlet perempuan pertama yang berhasil menang di salah satu pertandingan catur bergengsi bahkan terdengar sulit dan betul aja, dalam prosesnya Tara adalah orang gila yang gak pernah nyerah sama impiannya. Bangun jam enam dan latihan catur seharian sambil sekolah dan masih latihan sampe tengah malem secara KONSISTEN. Konsistensi Tara buat aku adalah kunci dari semua keberhasilan dia, gimana dia selalu berangkat latihan lebih pagi, pulang paling terakhir, pas udah mau tidur pun selalu latihan dulu, kayak--SHE DESERVE EVERYTHING SHE WANTS, lah? 

Menurut aku, buat orang-orang yang pengen bacaan tentang ikhlas sama apa yang kita pengen, atau perjuangin apa yang kita impikan, dengan narasi about love, family and dreams Luka Cita ini sangat cocok sih buat kalian. 

Agak telat buat blog review ini, ya gimana lagi kan banyak kerjaan ya hehe. 

Thank you, 

---

Ps: you will cry as soon as you know why kak Val uses black and white in every detail of this book. 


Lagu rekomendasi ketika baca Luka Cita: 

- You are enough by Sleeping At Last 

- To let a good thing die by Bruno Major

- This is me trying  by my mommy hehe (Taylor swift)

Komentar

Postingan Populer